hanya Allah yang tahu betapa sedihnya hatiku saat mendengar semua cerita itu,
hanya Allah yang tahu betapa terkejutnya aku apabila mereka menceritakan perkara yang sebenar,
teman,
maafkan aku,
memang benar apa yang aku katakan,
tidak pernah aku perasan,
tidak pernah aku sedar,
layanan aku selama ini pada kalian tidak pernah adil,
layanan aku selama ini pada kalian bukanlah layanan yang memuaskan hati,
sehingga kalian menyangka aku membenci kalian,
teman,
maafkan aku,
aku bukanlah manusia yang sempurna,
aku bukanlah manusia yang sentiasa sedar apabila aku salah,
aku bukanlah manusia yang pandai menjaga hati kalian,
teman,
maafkan aku,
aku bukanlah sahabat kalian yang terbaik,
malah aku tidak pernah menjadi sahabat kalian yang baik,
aku bukanlah rakan yang mampu menyenangkan kalian,
malah aku sentiasa menyakiti kalian,
tapi ....
mengapa kalian tidak pernah menegur aku?
mengapa aku harus mendengar dari mulut yang lain?
mengapa aku hanya tahu saat kalian benar-benar kecewa dengan sikap aku?
apa yang aku sangka bukanlah seperti realitinya,
malah apa yang aku sangkakan selama ini menjadi perkara yang tidak aku sangka.
dalam gelak tawa bersama kalian,barulah aku tahu bahawa gelak tawa itu hanyalah sebagai cara kalian
menjahit semula hati kalian yang telah aku koyakkan selama ini :'(
maafkan aku teman . . .
: peace :